Pemprov Aceh Didesak Buat Program Subsidi Tepat LPG 3 Kg

LPG
Foto: istimewa

Banda Aceh – Hiswana Migas Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk segera membuat program subsidi tepat LPG 3 kilogram di Aceh. Selama ini, LPG banyak beredar namun masyarakat mengeluh sulit mendapatkannya.

Program subsidi tepat itu dapat dibuat sesuai diamanatkan dalam keputusan menteri ESDM No 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran.

Baca juga: Hiswana Migas Cium Indikasi Pungli Urus Pangkalan di Aceh

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, mengatakan, Pertamina sudah menyalurkan LPG 3kg di Aceh sesuai dengan kuota yang dibutuhkan. Tapi realita di lapangan banyak masyarakat miskin dan penerima manfaat lainnya malah sulit mendapatkannya.

Baca Juga:   Polisi Dihadang Warga Saat Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya

“Ini diindikasikan LPG melon tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak,” kata Nahrawi, Jumat (28/7).

Pemilik PT Pasha Jaya Grup itu meminta Pemerintah Aceh harus segera membuat program subsidi tepat untuk LPG 3 kg ini, seperti sistem barcode untuk BBM subsidi. Saat ini, penyaluran BBM subsidi sudah lebih baik dari sebelumnya.

“LPG subsidi juga perlu dibuat program serupa agar orang yang mendapatkan LPG itu adalah orang-orang yang benar-benar sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.

Baca Juga:   LPG 3 Kg di Pidie Bukan Langka, Tapi...

Masyarakat yang berhak menggunakan LPG subsidi adalah kelompok rumah tangga, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Bila program subsidi tepat tidak dibuat, dikhawatirkan penyaluran LPG tersebut disalahgunakan.

Baca juga: ASN Banda Aceh Dilarang Nongkrong di Warkop saat Jam Kerja

Selain itu, Nahrawi juga meminta Pemerintah Aceh untuk memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kg. Dia mencium adanya indikasi elpiji tersebut dilakukan pengoplosan menjadi LPG 12kg karena disparitas harga yang jauh berbeda.

Baca Juga:   Duh, Satwa Lindung Aceh Jadi Incaran Pasar Gelap Internasional

“Banyak kita terima laporan LPG 12 kg dijual di bawah harga eceran tertinggi di Aceh, padahal ketentuan harga LPG sudah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.