Munawar, Penyuluh di Aceh Masuk Nominasi Penyuluh Agama Islam Award

Munawar penyuluh agama
Foto: istimewa

Banda Aceh – Munawar (41) seorang penyuluh agama di Banda Aceh masuk nominasi penyuluh agama Islam award tahun 2023 yang digelar Kemenag RI. Dia akan bersaing dengan sejumlah peserta lain untuk keluar sebagai pemenang.

Munawar masuk kategori pendamping kelompok rentan. Dia sehari-hari memberikan bimbingan dan penyuluhan pembangunan nasional dan agama kepada masyarakat melalui bahasa agama. Selain mengajar di STAI Al-Washliyah, Munawar juga memberikan penyuluhan keagamaan di beberapa majlis ta’lim dan panti RSBM di Aceh.

Munawar memiliki jadwal mengajar untuk disabilitas netra di Lempesta pada hari Ahad, dan di Panti RSBM pada hari Selasa. Ia memberikan penyuluhan dengan ceramah yang diawali dengan doa, menceritakan kisah-kisah teladan yang dapat meningkatkan motivasi ibadah dan belajar melalui pendekatan persuasif, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

Baca Juga:   Warga Diminta Bijak Sikapi Larangan Warkop Buka di Atas Jam 12 Malam

Baca juga: Santri Dayah ini Tak Perlu Lagi Pakai LPG 3 Kg Usai Pasha Jaya Turun Tangan

Selain itu, Munawar juga mengisi pengajian di dua majlis ta’lim yaitu Khairul Ummah dan Balai Sakinah setiap Jum’at siang dan setelah Ashar, serta mengajar anak-anak dan remaja di Dusun Diwai Makam di Rumoh Beut Annury setiap malamnya.

Lulusan magister Pendidikan Islam PPS IAIN Ar-Raniry 2011-2013 itu juga menjadi Imam Rawatib dan memberikan penyuluhan ke lapas anak, serta menjadi narasumber kajian agama di Serambi FM.

Baca Juga:   Syech Fadhil: Konflik Adalah Fase Terpahit dalam Sejarah Aceh

Baca juga: Bahagianya Ichlasul Bisa Lanjut Kuliah ke Turki Usai Kantongi Sertifikat Apostille 

Menurutnya, dorongan dari kawan-kawan penyuluh KUA Kuta Alam membuat Munawar ikut tingkat kota dalam acara penyuluh teladan. Ia berhasil lolos seleksi hingga tingkat provinsi, dan pada akhirnya hanya ada lima orang yang lulus seleksi nasional.

“Saya pernah ikut 2 kali pada tahun 2019 sampai tingkat provinsi. Dan pada tahun 2021 hanya sampai tingkat kota Banda Aceh,” jelasnya.

Munawar tidak hanya memiliki keterbatasan dalam penglihatan (low vision), tetapi juga memiliki keterbatasan dalam gerak yang kadangkala membuatnya terjatuh tanpa sebab. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Munawar untuk beraktivitas dalam segala bidang, termasuk mengajar dan memberikan penyuluhan keagamaan.

Baca Juga:   Baitul Mal Aceh Salurkan Zakat Rp 84,3 Miliar

“Meskipun saya memiliki keterbatasan, jiwa mengajar saya tetap tinggi karena ini adalah pengabdian yang bisa saya berikan. Saya berharap agar siapapun yang memiliki keterbatasan tetap semangat untuk berjuang melalui segala hambatan,” ujar Munawar.