Syech Fadhil: Konflik Adalah Fase Terpahit dalam Sejarah Aceh

Konflik aceh
Foto: dok DPD RI

Banda Aceh – Senator DPD RI asal Aceh Fadhil Rahmi atau akrab disapa Syech Fadhil berharap perdamaian di Aceh yang terjadi pasca konflik selama 30 tahun dapat berjalan abadi. Hal ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan Pembangunan di Aceh dibanding dengan provinsi lainnya di Nusantara.

“Saya berharap damai di Aceh berjalan abadi. Damai di Aceh masih seumur jagung. Baru 18 tahun,” ujar Syech Fadhil, Senin (14/8/2023).

Menurut Syech Fadhil, sejarah Aceh mencatat konflik yang panjang. Di mana pemberontakan DI TII dicetuskan oleh Daud Beureueh pada 20 September 1953 dan berakhir dengan ikrar Lamteh pada 18-22 Desember 1962.

Baca Juga:   7 Pemain Persiraja Dicoret

“Artinya konflik DI/TII berjalan hampir 9 tahun lamanya. Kemudian Wali Nanggroe Hasan Tiro mendeklarasikan Aceh Merdeka pada 4 Desember 1976. Berartikan fase damainya dari ikrar Lamteh ke deklarasi Halimun cuma 14 tahun. Kemudian konflik lagi hingga MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Itu konflik hampir 30 tahun,” ujar senator yang dikenal dekat dengan para ulama kharismatik Aceh.

Baca juga: Warga Aceh Besar Bisa Beli LPG 3 Kg Rp 18 Ribu di Tanggal ini, Catat Lokasinya

Dia menyebutkan, 30 tahun konflik membuat semua sektor di Aceh lumpuh termasuk sarana pendidikan. Sedangkan Pembangunan baru berjalan 18 tahun selama damai.

Baca Juga:   Jokowi Resmikan Terminal Paya Ilang Aceh Tengah

Dia berharap damai yang telah terwujud mesti dipertahankan sehingga dapat mengejar ketertinggalan. Menurut Syech Fadhil, bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari cacatan sejarah di masa lampau.

“Jangan warisi generasi Aceh di masa depan dengan konflik. Investasi paling berharga sebenarnya adalah pendidikan. Maka selama fase damai ini, saya berharap seluruh anak Aceh memperoleh pendidikan tinggi untuk membangun daerahnya sendiri di masa depan,” ujarnya.

Baca juga: Viral Pria Korea Mirip Aktor Lee Jong Suk Nikahi Perempuan Aceh

Baca Juga:   Hadiri Muswil Aceh Selatan, Ini Pesan Ketua RAPI Aceh

“Konflik di Aceh adalah periode terpahit. Jangan sampai kisah lama kembali terulang di Aceh sehingga pondasi pembangunan di Aceh kembali hancur,” ujarnya.