Kemenag Aceh Wakafkan 2 Ribu Pohon Kopi untuk MIS Kala Wih Ilang

Wakaf pohon kopi

Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh meluncurkan program wakaf berjangka di Desa Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Minggu (21/1/2024). Program tersebut berupa penanaman 2.000 batang pohon kopi di lahan seluas satu hektare milik MIS Kala Wih Ilang.

Pohon kopi tersebut merupakan wakaf dari ASN Kanwil Kemenag Aceh dan juga ASN Kemenag Aceh Tengah. Nantinya, hasil dari wakaf berjangka ini akan dimanfaatkan untuk menunjang ekonomi masyarakat sekitar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Azhari menjelaskan, disebut wakaf berjangka waktu karena yang diwakafkan adalah berupa pohon kopi. Di mana pohon tersebut tidak akan bertahan lama seperti halnya wakaf tanah.

Baca Juga:   Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Singkil Mulai Surut

“Karena nantinya pohon kopi ini mati, maka selesai, walaupun nanti bisa disambung. Kalau tanah tidak bisa di wakaf berjangka waktu. Jangan nanti ada yang mewakafkan tanah kemudian diambil kembali, ini tidak bisa,” kata Azhari.

Azhari menekankan, di saat mengikrarkan wakaf, para wakif (pewakaf) harus memperluas ikrarnya agar para nazir nantinya bisa memanfaatkan secara luas aset wakaf tersebut. Hal ini kerap kali menimbulkan perdebatan di antara nazir karena memegang teguh pada ikrar wakaf yang sempit.

Baca Juga:   64 PPPK Kemenag Kota Langsa Terima SK Penugasan

“Ikrar kita saat mewakafkan harus luas supaya nazir yang mengelola wakaf mudah. Saat disebutkan ikrar wakaf, mauquf alaihi harus luas, makna mauquf alaih adalah pemanfaatannya,” ujar Azhari.

Sementara itu, Penjabat Bupati Aceh Tengah Teuku Mirzuan menyampaikan apresiasi atas program wakaf berjangka yang diluncurkan Kanwil Kemenag Aceh tersebut.

“Semoga bisa membangun ekonomi masyarakat dan wakaf jitu bisa menjadi contoh ASN di lingkungan pemerintah Aceh Tengah,” kata Mirzuan.

Baca Juga:   Ahmad Yani Dilantik Jadi Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh

Turut hadir dalam acara ini, Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh Ahmad Yani, Kakankemenag Aceh Tengah Wahdi, Wakapolres dan para pejabat dalam lingkup Kemenag Aceh Tengah.