Kakankemenag Aceh Besar Ingatkan ASN Tak Terlibat Politik Praktis

Politik praktis
Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin

Banda Aceh – Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin mengingatkan ASN untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis menjelang pemilihan umum 2024.

Hal ini disampaikan Saifuddin di hadapan ratusan ASN di bawah Seksi Bimas Islam yang notabenenya bertugas di KUA dalam acara pembinaan ASN di aula Kemenag Aceh Besar di Jantho, Senin, 29 Januari 2024.

Ia mengatakan, ASN dilarang mengkampanyekan atau mengajak masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) atau legislatif. Hal ini menurutnya, dapat menodai nilai netralitas ASN.

Baca Juga:   Komisi V DPRA Usul Hari Damai Aceh dan Tsunami jadi Hari Libur

“Ini perlu saya ingatkan, sebab biasanya kita lupa dan terbawa isu politik,” ungkapnya.

Saifuddin menjelaskan, dalam bertugas, ASN terikat dengan regulasi yang mengatur setiap tugas dan fungsi, kedisiplinan, termasuk juga larangan untuk terlibat dalam politik praktis.

Dalam pertemuan tersebut, Saifuddin juga mengingatkan ASN tentang kewajiban berada di tempat kerja, atasan menjadi contoh bagi bawahan, dan ASN harus memiliki komitmen kerja.

“ASN harus melaksanakan tugas 7,5 jam per hari kerja. Dengan demikian, baru sah menerima manfaat dari negara. Makanya kita harus profesional dan paham posisi dirinya sebagai ASN,” ujarnya.

Baca Juga:   Kemenag Aceh Besar Gelar Susun Program Kerja di Pulau Banyak

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Akhyar mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi jajaran Bimas Islam.

“Alhamdulillah, hari ini terbukti bahwa pegawai Bimas Islam cukup banyak,” katanya.

Ia juga menjelaskan, selain pembinaan ASN, Kemenag Aceh Besar juga menggelar sejumlah kegiatan lain di antaranya, penyerahan DIPA KUA, penyerahan SK pramu bakti, penandatanganan perjanjian kinerja KUA, penyerahan penghargaan purna bakti, dan sosialisasi dari BSI.